Cara Cepat Budidaya Lele - Budidaya lele saat ini masih menjadi pilihan favorit bagi pelaku usaha perikanan. Karena dalam budidaya lele selain mudah dan gampang juga memberikan profit keuntungan yang besar dan pasar yang jelas.
Ikan lele termasuk jenis ikan yang mudah untuk di budidayakan. Selain itu jenis jenis ikan lele yang berkembang juga sudah banyak varian nya dari lele sangkuriang, lele dumbo, lele phyton dan lele lokal.
Untuk memulai bisnis budidaya lele ada cara gampang apabila bisa mengikuti cara yang di sampaikan di bawah ini. Dan cara ini sudah terbukti membuat para pengusaha dan pembididaya lele sukses.
1. Persiapan Kolam
a. Membersihkan kolam dari kotoran sisa pakan , kotoran ikan dan sampah. Pemberaihan bisa dengan cara keduk teplok dan membetulkan saluran kemalir dan kebocoran kolam, atau dengan mengeringkan dahulu kolam lalu kolam di beri kapur.
b. Mengisi air setinggi 20 cm dan diberikan saponin sebanyak 50 ppm untuk mematikan sisa-sisa ikan yang besar, Belut, dsb.
c. Mengisi air secara penuh melalui pipa inlet yang memakai saringan kain halus,
d. Mengisi larutan fermentasi pakan yang dicampur Mina PS dan Mina Bacto. Dosis untuk luas kolam 900 m2 : Pakan PSP 1 kg, 500 ml Mina PS, dan 500 ml Mina Bacto. Campuran ini diaerasi selama 24 jam.
e. Biarkan 1-2 hari sampai air kolam menjadi hijau,
f. Untuk mempercepat agar air menjadi hijau, bisa juga dilakukan penyuntikan air dari kolam yang sudah hijau tetapi kolam yang bebas penyakit.
2. Penebaran Benih
a. Benih yang didederkan adalah benih yang sehat dan berukuran 2-3 cm atau 3-4 cm,
b. Benih ditebarkan pada pagi sebelum jam 8 atau sore setelah jam 17,
c. Kepadatan tebar benih berkisar antara 60-70 ekor/m2.
3. Pemeliharaan Air Kolam
a. Memberikan garam sebanyak 4 kg/kolam seminggu 1 kali dan juga diberikan garam setiap setelah hujan ,
b. Memberikan Mina PS 100 ml dan Mina Bacto 100 ml sebanyak 2 kali seminggu
c. Memberikan Bandeng 88/pupuk cair 100 ml jika kecerahan air pada jam 9-10 adalah 25-30 cm,
d. Memberikan formalin 1,5 L seminggu sekali sebagai preventive
e. Membuang air kotor kolam/ Flushingsebanyak 2-3 kali setiap hari.
b. Mengisi air setinggi 20 cm dan diberikan saponin sebanyak 50 ppm untuk mematikan sisa-sisa ikan yang besar, Belut, dsb.
c. Mengisi air secara penuh melalui pipa inlet yang memakai saringan kain halus,
d. Mengisi larutan fermentasi pakan yang dicampur Mina PS dan Mina Bacto. Dosis untuk luas kolam 900 m2 : Pakan PSP 1 kg, 500 ml Mina PS, dan 500 ml Mina Bacto. Campuran ini diaerasi selama 24 jam.
e. Biarkan 1-2 hari sampai air kolam menjadi hijau,
f. Untuk mempercepat agar air menjadi hijau, bisa juga dilakukan penyuntikan air dari kolam yang sudah hijau tetapi kolam yang bebas penyakit.
2. Penebaran Benih
a. Benih yang didederkan adalah benih yang sehat dan berukuran 2-3 cm atau 3-4 cm,
b. Benih ditebarkan pada pagi sebelum jam 8 atau sore setelah jam 17,
c. Kepadatan tebar benih berkisar antara 60-70 ekor/m2.
3. Pemeliharaan Air Kolam
a. Memberikan garam sebanyak 4 kg/kolam seminggu 1 kali dan juga diberikan garam setiap setelah hujan ,
b. Memberikan Mina PS 100 ml dan Mina Bacto 100 ml sebanyak 2 kali seminggu
c. Memberikan Bandeng 88/pupuk cair 100 ml jika kecerahan air pada jam 9-10 adalah 25-30 cm,
d. Memberikan formalin 1,5 L seminggu sekali sebagai preventive
e. Membuang air kotor kolam/ Flushingsebanyak 2-3 kali setiap hari.